5 Fungsi Nukleus (inti sel)

Nukleus adalah wilayah sel tempat bahan genetik (DNA) organisme uniseluler dan multiseluler banyak ditemukan.

Inti sel adalah apa yang mencirikan organisme eukariotik dan membedakannya dari prokariota yang tidak memiliki inti.

Apa itu

Nukleus atau inti sel adalah organel sel yang berbentuk oval atau bulat dan merupakan organel terbesar di dalam sel. Inti sel tersusun atas protein, enzim dan bahan-bahan pembawa sifat menurun. Nukleus merupakan pengatur seluruh kegiatan hidup dari sel, termasuk proses perkembangbiakan. Umumnya setiap sel mengandung sebuah inti. Namun demikian ada sel yang tidak berinti, misalnya sel darah merah mamalia, dan ada pula sel yang mengandung lebih dari satu inti, misalnya pada sel otot lurik.

Pada paramecium, setiap selnya bahkan selalu mengandung dua buah nukleus.

Komponen Inti sel

Nukleus mengandung nukleoplasma, suatu zat di mana bahan genetik dan struktur yang penting baginya untuk melakukan fungsinya, seperti nukleolus.

Dan ada juga selaput atau membran sel, yang membatasi nukleus dan melibatkan materi genetik.

1. Selaput

Membran yang mengelilingi nukleus disebut selaput ini, sifatnya mirip dengan membran sel lainnya, yaitu lapisan ganda lipid dan protein.

Setiap inti dibungkus oleh sebuah selaput ganda, tipis, yang disebut membran nukleus atau membran inti. Membran nukleus ini melindungi cairan yang mengisi inti yang dis ebut nukleoplasma. Membaran inti ini tidak padat dan dapat dilalui zat yang akan masuk atau keluar inti. Nukleoplasma merupakan cairan yang kental dan merupakan bagian protoplasma yang paling kaya akan protein.

Membran terluar melekat pada retikulum endoplasma dan sering melekat ribosom.

Di sisi dalam membran bagian dalam terdapat jaringan protein (lamina nuklir) yang membantu mendukung membran dan berpartisipasi dalam proses pembelahan sel, berkontribusi pada fragmentasi dan rekonstitusi nukleus.

Ada pori-pori di selaput inti yang penting untuk mengontrol masuk dan keluarnya zat.

2. Kromatin

Molekul DNA yang terkait dengan protein histon membentuk kromatin. Kromatin mungkin lebih padat, lebih keriting, disebut heterokromatin, yang berbeda dari wilayah konsistensi yang lebih longgar, eukromatin.

Himpunan kromosom yang membentuk masing-masing spesies adalah kariotipe; pada manusia, misalnya, ada 22 pasang kromosom autosom dan 1 pasang kromosom seks.

Kromosom manusia, misalnya, memiliki bentuk dan ukuran yang khas, yang memudahkan identifikasi mereka.

Merupakan organel yang cukup besar yang terdapat di dalam inti sel. Organel ini mengandung butir-butir kromatin. Kromatin terbentuknya dari AND (Asam DeoksiriboNukleat), ARN (Asam Ribo Nukleat), dan protein.

Pada saat sel akan membelah , benang-benang kromatin itu akan memendek, menebal dan mudah menyerap zat warna tertentu dan sering disebut kromosom. Selanjutnya kromosom-kromosom sejenis akan berpasangan, kemudian memisah. Dengan demikian dua sel baru yang terbentuk akan memiliki susunan kromosom yang identik.

3. Nukleolus

Nukleolus padat, tubuh bulat yang tersusun atas protein, dengan RNA dan DNA yang terkait.

Di wilayah nukleus inilah molekul RNA ribosom dibuat yang berasosiasi dengan protein tertentu untuk membentuk subunit yang membentuk ribosom.

Dalam sebuah inti sering ditemukan satu atau lebih badan yang sangat kecil yang sering disebut nukleolus atau anak inti. Setiap nukleolus terbentuk dari ARN (Asam Ribo Nukleat) dan protein. Secara tidak langsung nukleolus ini berperan dalam sintesis protein.

Subunit ribosom ini disimpan dalam nukleolus dan dibiarkan pada saat sintesis protein.

Fungsi

Nukleus seperti “otak” sel, karena dari sanalah “keputusan” dimulai. Di sinilah kromosom yang terdiri dari molekul asam deoksiribonukleat, DNA, berada, yang membawa semua informasi tentang karakteristik spesies dan berpartisipasi dalam mekanisme herediter.

Setiap wilayah DNA terdiri dari gen yang menyandikan informasi untuk sintesis protein, yang terjadi pada ribosom. Menurut gen yang disandikan, suatu jenis protein akan disintesis, yang akan digunakan untuk tujuan tertentu.

Selain itu, ketika organisme perlu tumbuh atau bereproduksi, sel melewati pembelahan yang juga terjadi pada nukleus.

1. Proses energi dan metabolisme nutrisi

Fungsi inti sel dalam mengendalikan metabolisme yang terjadi dalam sel dapat terjadi dikarenakan adanya proses menghasilkan protein yang dilakukan melalui proses transkripsi dan translasi.

2. Penyimpan Informasi Genetik

Fungsi inti sel dalam menyimpan informasi genetik dapat terjadi karena adanya membran inti yang mempertahankan DNA dalam wadah nya (nukleus). Rangkaian DNA seperti kita ketahui, tersusun atas banyak gen yang mewakili spesies tersebut.

3. Mengontrol pertumbuhan sel

Fungsi inti sel dalam mengatur siklus sel seperti apakah sel tersebut harus membelah, tidak membelah atau membesar saja.

4. untuk sekresi ribosom.

Ribosom, pada gilirannya berperan dalam sintesis semua jenis protein.

5. Wadah Replikasi dan Transkripsi

Fungsi inti sel yang satu ini, sudah sangat jelas. DNA melaksanakan replikasi dalam inti sel. Replikasi DNA dalam siklus sel terjadi pada fase G1. Dengan adanya replikasi DNA, artinya akan terjadi proses mitosis setelahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *