Proses Terjadinya Menstruasi di dalam Tubuh Wanita

Terjadinya proses menstruasi pada seorang wanita berlangsung setiap bulan,yang mana banyak yang memiliki siklus yang berbeda-beda. Pada umumnya siklus menstruasi yang terjadi pada wanita normal adalah antara 28 hari sampai 29. Adapun banyak dari wanita yang mempunyai siklus berkisar 20 sampai 35 hari dan ini masih di sebut siklus normal. Dan ketika seorang wanita mengalami siklus yang lebih dari itu ,maka di pastikan wanita tersebut mengalami siklus menstruasi yang tidak normal atau siklus menstruasi yang tidak teratur.

Proses menstruasi di sebabkan terjadi nya penebalan pada dinding rahim yang meluruh dimana ini adalah fase  persiapan kehamilan. Adapun kandungan dari menstruasi itu selain darah, cairan menstruasi juga mengandung lendir dan sel-sel lapisan yang berasal dari dalam rahim.

Kebanyakan seorang wanita mengalami siklus menstruasi berkisar 28 hari,dan itu dihitung dari hari pertama periode masa haid saat ini sampai dengan hari pertama pada periode haid selanjutnya. Tetapi tidak semua wanita mempunyai masa siklus menstruasi yang sama. Siklus tersebut terkadang bisa datang lebih cepat atau justru lebih lambat karena itu semua tergantung kondisi masing-masing.

Memahami Fase-fase Menstruasi

Terjadi nya proses menstruasi dibagi ke dalam empat fase di antara  yaitu:

Fase inilah yang disebut dengan fase poliferasi dimana fase ini dimulai dari hari kelima pada saat menstruasi dan akan berlangsung sampai hari ke 14 pada setiap siklus menstruasi. Pada masa inilah hormon esterogen mempunyai peranan penting ketika siklus menstruasi berlangsung. Pada masa ini kadar hormon esterogen akan menghambat Follicle Stimulating Hormone dan menguat sehingga mendorong hormon luteinizing Hormone

Proses inilah yang menyebabkan lapisan darah di dalam rahim akan terjadi penebalan. Pada tahap ini sel telur akan menunggu sel sperma untuk membuahinya.

  • Fase Menstruasi

Pada fase ini akan terjadi peluruhan lapisan dinding rahim yang mengandung darah, sel-sel dinding rahim, dan lendir yang akan keluar melalui vagina. Fase ini terjadi sejak hari pertama siklus menstruasi dimulai dan biasanya berlangsung selama 4 sampai 6 hari. Pada umumnya wanita akan merasakan nyeri di bagian perut bawah,dan bagian pinggang bahkan tidak sedikit yang mengalami sakit berlebih yang disebabkan terjadi nya kontraksi pada otot-otot rahim untuk mendorong dan mengeluarkan darah menstruasi atau endometrium.

  • Fase Folikular

Fase folikular ini berlangsung sejak hari pertama menstruasi sampai memasuki fase ovulasi. Pada saat itu ovarium akan memproduksi folikel yang berisi sel telur. Pertumbuhan folikel ovarium ini  menyebabkan endometrium atau dinding rahim mengalami penebalan. Terjadi nya fase ini biasanya di hari ke-10 dari 28 hari dalam sebuah siklus menstruasi. Durasi waktu yang dihabiskan pada fase ini akan menentukan  berapa lama nya siklus menstruasi seorang wanita berlangsung.

  • Fase Ovulasi

Fase ini sering dikenal dengan sebutan fase ovulasi. Pada fase ovulasi ini ovarium akan memproduksi folikel yang berisi sel telur. Yang mana fase ini adalah fase dimana sel telur tidak dibuahi oleh sperma. Biasanya, sel telur dapat bertahan dalam waktu 24 jam dalam menunggu sel sperma untuk membuahinya. Jika sel telur tersebut tidak dibuahi oleh sperma, maka sel telur tersebut akan melepaskan diri dari tuba fallopi menuju rahim sehingga akan hancur dan bersekresi pada dinding rahim dan sel telur tersebut sudah pasti akan mati. Namun jika sel tersebut mampu bertemu dengan sperma dan terjadi pembuahan maka terjadilah fase ovulasi yang menandai masa subur seorang wanita. Dan biasanya fase ini terjadi sekitar dua minggu sebelum siklus menstruasi berikut nya di mulai.

  • Fase Luteal

Fase luteal ini terjadi setelah terjadi nya fase ovulasi. Saat terjadi luteal  inilah hormon progesteron akan terlepas kemudian terjadi penebalan pada dinding rahim.Biasa nya seorang wanita akan mengalami nyeri pada bagian perut bawah dan pinggang dan juga sering  ditandai dengan mood yang tidak stabil kadang senang kadang merasa sensitif.

Setelah terjadi nya ovulasi, pada fase ini folikel yang telah pecah kemudian mengeluarkan sel telur dan akan membentuk korpus luteum . Korpus luteum ini lah yang akan memicu peningkatan hormon progesteron yang berfungsi untuk mempertebal lapisan dinding rahim. Fase ini juga dikenal sebagai fase pramenstruasi. Biasanya fase ini ditandai dengan sejumlah gejala, seperti membesar nya payudara , muncul nya  jerawat, metabolisme badan menurun sehingga badan terasa lemas, biasanya seorang wanita menjadi mudah marah atau emosional.

Pengaruh Hormon Menstruasi

Adapun Proses menstruasi dipengaruhi oleh beberapa hormon, antara lain:

Hormon pertama yang ikut serta dalam proses terjadinya menstruasi adalah hormon estrogen. Hormon ini sangat berpengaruh dalam proses pertumbuhan remaja saat masa pubertas.

  • Estrogen

Hormon esterogen ini mempunyai peran penting dalam reproduksi wanita dan juga siklus ovulasi. Hormon estrogen juga memiliki peran penting dalam pembentukan fisik yang terdapat pada organ reproduksi wanita, antara lain dalam pertumbuhan payudara, rambut di sekitar organ intim, dapat memproduksi sel telur di dalam ovarium, serta mengatur siklus menstruasi. Hormon estrogen ini akan akan mengalami peningkatan pada fase ovulasi dan menurun pada fase luteal.

  • Progesteron

Hormon progesteron ini mempunyai peran  pentingnya seperti  hormon estrogen dalam proses terjadinya menstruasi. Hormon ini sangat bermanfaat dalam menjaga proses kehamilan yang terjadi pada wanita dan juga siklus menstruasi yang mempunyai peran dalam terjadinya penebalan dinding rahim.

Salah satu fungsi hormon progesteron yaitu  mampu merangsang lapisan dinding rahim menjadi tebal dan menerima sel telur yang siap dibuahi.Hormon ini diproduksi setelah melewati fase ovulasi. Kadar hormon ini sangat rendah pada fase folikular dan akan mengalami peningkatan pada fase luteal.

  • Hormon pelepas gonadotropin ( Luteinizing Hormone )

Hormon ini mempunyai tugas untuk merangsang ovarium sehingga akan menghasilkan sel telur dan proses ovulasi berjalan dengan baik.

Hormon ini diproduksi di dalam otak dan berfungsi merangsang tubuh sehingga menghasilkan hormon perangsang folikel dan hormon pelutein.

  • Hormon perangsang folikel (Follicle Stimulating Hormone)

Hormon ini mempunyai tugas untuk mengontrol siklus menstruasi dan sangat mempengaruhi  kematangan sel telur. Dan juga hormon ini berperan dalam produksi sel telur. Dalam siklus menstruasi biasanya kadar hormon folikel akan meningkat sebelum fase ovulasi.

  • Hormon pelutein (Gonadotropin Releasing Hormone)

Hormon mempunyai fungsi untuk merangsang ovarium dalam pelepasan sel telur selama ovulasi. Jika sel telur bertemu sperma dan dibuahi, hormon ini akan merangsang korpus luteum untuk memproduksi progesteron.

Proses menstruasi yang normal akan terjadi secara alami. Jika proses menstruasi tidak berjalan dengan baik (normal) atau mengalami gangguan lain, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk penanganan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *