Ciri-ciri Porifera – Struktur tubuh, contoh hewan Porifera

“Porifera” adalah istilah ilmiah untuk spons, anggota filum hewan Porifera, yang berarti “hewan berpori” dalam bahasa Yunani. Spons adalah hewan yang paling sederhana dikenal. Spons adalah hewan yang paling sederhana dikenal. Tidak seperti semua filum hewan lain, yang memiliki dua atau tiga-lapis rancangan tubuh (diploblastik atau triploblastik), porifera hanya satu lapisan tubuh (atau monoblastik), dan tidak ada jaringan yang sejati.

Tidak seperti semua filum hewan lain, yang memiliki dua atau tiga-lapis rancangan tubuh (diploblastik atau triploblastik), porifera hanya satu lapisan tubuh (atau monoblastik), dan tidak ada jaringan yang sejati. Mereka tidak memiliki pelengkap dan tidak ada kemampuan untuk membuat gerakan apapun, kurangnya jaringan otot. Porifera adalah eksklusif makhluk air.

Cara porifera mendapat makanan

Porifera mendapatkan nutrisi mereka dengan tinggal di satu tempat, memompa air melalui diri mereka, dan penyaringan organisme kecil dan potongan-potongan makanan yang kemudian mereka mencernanya. Porifera dilindungi dari predator dengan kandungan gizi yang rendah serta duri yang didistribusikan ke seluruh tubuh mereka, yang disebut spikula, yang juga berfungsi sebagai “kerangka” ganda.

Lebih dari 5.000 spesies dikenal oleh ilmu pengetahuan, dan spesies baru ditemukan teratur. Hal ini sebagian karena berbagai porifera sangat luas: mereka ditemukan di setiap kedalaman, dari sisi pantai sampai turun sampai kedalaman enam mil parit laut.

Struktur tubuh sederhana spons yang cocok untuk kelangsungan hidup dalam tekanan laut sama dengan puluhan atmosfer. Untuk waktu yang sangat lama, para ilmuan berpikir bahwa spons adalah evolusi organisme sederhana, dan filum hewan pertama yang ada.

Namun, sebuah studi tengara filogenetik pada tahun 2008 menetapkan bahwa spons bagian sekunder (setelah berevolusi dari nenek moyang yang lebih kompleks, mungkin dengan jaringan yang sejati) dan bukannya benar-benar basal. Dalam kasus apapun, disepakati bahwa bentuk modern dari porifera adalah sederhana dari semua filum hewan.

Struktur tubuh Porifera

Meskipun porifera kekurangan jaringan yang sejati, mereka memiliki diferensiasi sel, dan menampilkan setidaknya delapan jenis sel, termasuk koanosit (“sel kolar” dengan flagella yang mendayung untuk memompa air melalui spons), porosit (sel tubulus yang membentuk pori-pori yang dilalui air saat dipompa), pinakosit (yang membentuk lapisan luar sel), miosit (sel-sel otot yang membuka dan menutup porosit), archaeosit (yang dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel lain), sklerosit (yang mengeluarkan spikula defensif), spongosit (yang mensekresikan protein spongin struktural), dan kolonosit (yang mengeluarkan kolagen lain).

Ciri-ciri umum Filum Porifera (Spons)

  1. Anggota filum ini umumnya dikenal sebagai spons.
  2. Habitat – Mereka sebagian besar hewan laut, sedikit yang ditemukan di air tawar.
  3. Simetri tubuh – sebagian besar adalah hewan asimetri, tidak ada bentuk yang pasti bagi tubuh porifera.
  4. Tingkat organisasi – ini adalah hewan primitif, multisel dengan kelas organisasi seluler.
  5. Motilitas – spons dewasa hidup menetap, yaitu mereka perlu substratum untuk menempelkan dirinya ke permukaan dan tidak bergerak.
  6. Cara memperoleh makanan – Karena sifat sessile, spons adalah filter feeder.
  7. Pencernaan – Pencernaan intraseluler.
  8. Skeleton – Tubuh spons didukung oleh kerangka yang terbuat dari spikula atau serat spongin.
  9. Reproduksi – Jenis Kelamin tidak terpisah, mereka adalah hermafrodit.
  10. Hermafroditisme – kondisi dimana telur dan sperma diproduksi oleh individual. Porifera sama mereproduksi secara asetsual dengan fragmentasi dan setsual dengan pembentukan gamet.
  11. Fertilisasi – Fertilisasi internal.
  12. Perkembangan- perkembangan langsung, memiliki tahap larva yang berbeda secara morfologis dari tubuh dewasa.
  13. Transportasi air atau sistem kanal- Spons memiliki sistem transportasi air. Air masuk melalui pori-pori kecil (ostia) di dinding tubuh ke dalam rongga pusat yang dikenal sebagai spongocoel. Dari spongocoel air keluar melalui oskulum. Sistem air ini membantu dalam mengumpulkan makanan, pertukaran pernapasan dan penghapusan limbah.
  14. Koanosit – Ini adalah sel kerah, mereka melapisi spongocoel dan saluran

Contoh: Sycon, Euspongia, Spongilla.

Porifera

Metazoa sederhana

Seperti yang sudah kita taubahwa metazoa merupakan kelompok hewan invertebrata yang tidak mempunyai jaringan. Jaringan didalam tubuh ini terdiri atas sekumpuan sel yang sama yakni jaringan tersebut mempunyai fungsi berbeda-beda. Oleh sebab itu, hewan porifera tidak mempunyai metozoa, sehingga jaringan penyokong porifera tidak mempunyai fungsi.

Reproduksi seksual serta aseksual

Menurut sistem reproduksinya, ciri dari hewan porifera yang dapat melakukan secara seksual maupun aseksual.
Seksual ialah proses reproduksi dari hewan porifera dengan adnaya peleburan sperma yang asalnya dari organisme jantan serta ovum dari organisme si betina. Lalu mengalami pembentukan zigot dan pementukan larva. Kemudian akan memisahkan diri terhadap induknya.

Ada spikula dalam rangka hewan porifera

Spikula untuk hewan porifera ini mempunyai fungsi menjadi pembentuk rangka. Adapun spikula dibentuk dalam tubuh hewan porifera sebab mempunyai kandungan zat kapur maupun zat silikat. Setiap individu hewan porifera mempunyai bentuk spikula yang bermacam-macam dan bergantung dengan kelompok di porifera.

Sifatnya hermaprodit

Hermaprodit dalam hewan porifera ini mempunyai dua alat kelamin, yakni alat kelamin betina dan alat kelamin jantan dalam satu individu. Untuk hewan hermaprodit, individu yang mempunyai dua alat kelamin yang fungsiya secara penuh. Maksudnya disini ialah alat kelamin jantan dapat menghasilkan sperma serta alat kelamin betina yang bisa menghasilkan sel telur. Untuk hewan porifer spermanya dihasilkan dari sel koanosit (sel leher) serta sel telur yang dihasilkan dari sel amoeboid.

Ada tiga lapisan tubuh dalam struktur hewan porifera

Lapisan tubuh hewan porifera terdiri atas lapisan luar, lapisan dalam dan ostium. Berikut ini pembahasan mengenai struktur serta lapisan dari tubuh hewan porifera.

  • Lapisan luar (epidermis) yakni lapisan sel paling luar yang terdiri atas sel pinokosit (sel kulit atau sel dermal).
  • Saluran ostium ialah saluran yang terisi dengan sel porosit. Fungsi dari sel porosit ini di hewan porifera ialah untuk mengatur dalam membuka serta menutupnya dengan saluran ostium.
  • Lapisan dalam (endodermis) ialah lapisan sel paling dalam yang terdiri atas sel koanosit (sel leher).
  • Pada hewan porifera, lapisan dalam dan lapisan luar ada di bahan kental yang dikenal dengan nama mesoglea.
  • Mesoglea ini terdiri atas 2 macam sel yakni sel skleroblas serta sel amoeboid. Sel skleroblas ialah sel yang fungsinya membentuk spikula di hewan porifera. Sel amoeboid fungsinya mengangkut oksigen, zat makanan serta sisa sisa metabolisme dan menghasilkan gelatin.

Habitat di laut serta melekat didasarnya

Menurut tempat hidupnya, hewan ini bisa bertahan hidup di lautan. Hewan porifera bisa secara mudah kita ketahui dengan melekat di dasar lautan maupun melekat di individu lain yang terdapat di lautan.

Contoh hewan Porifera

Telah kita ketahui bahwa spikula tersusun dari zat kapur dan dari silikat. Dengan dasar zat penyusun inilah jenis Porifera ini digolongkan. Beberapa kelas Porifera adalah sebagai berikut.

a) Kelas Calcarea, golongan Porifera ini mempunyai spikula yang terbuat dari zat kapur. Umumnya hidup di air laut yang dangkal. Misalnya, Scypha gelatinosa, Grantia, Leucosolenia.

b) Kelas Hexactinellida, golongan ini mempunyai spikula yang terbuat dari zat kersik/silikat. Hidupnya di laut yang dalam, misalnya Pheronema sp., Euplectella, Regadrella sp.

Struktur tubuh Porifera
Struktur tubuh Porifera

c) Kelas Demospongiae, kelas ini mempunyai spikula yang terbuat dari zat kersik dan protein (spongin) atau hanya spongin saja. Tubuhnya lunak dan tidak mempunyai skeleton. Hidup di laut yang dangkal, mempunyai jumlah anggota yang paling banyak, misalnya Euspongia officinalis (spons mandi), Spongilla, Haliclona, Microciona, Corticium.

Berikut ini contoh dari hewan porifera, diantaranya :

1. Sycon ciliatum

Sycon ciliatum ini salah satu jenis sponge yang asalnya dari kelas calcarea. Jenis ini asalnya dari subregnum parazoa. Kelompok ini mulai ditemui serta dipublikasikan di tahun 1780 seorang olmuan fabricius.

2. Euspongja officinalis

Hewan ini adalah salah satu hewan yang termasuk porifera. Cirinya karang yang khas euspongja di sekujur tubuhnya ada pori seperti porifera. Porifera ini porus yang ada lubang kecil serta sebagian lubang faro.

3. Spongilla prespensis

Untuk hewan spongilla prespensis ini salah satu jenis spons yang termasuk ke dalam kelas demospongiae. Filum ini adalah porifera dalam kongdom animalia. Spons ini mempunyai pori yang bisa membantu berdifusi.

4. Haliclon

Untuk hewan haliclon mempunyai sejumlah ciri khas. Tubuhnya hewan ini bentuknya simetri radial. Spons haliclon ini bentuk tubuh silinder, misalnya mirip dengan bola bola. Di bagian tubuhnya terlihat bercabang.

5. Microciona sp

Kelompok filum ini dalam jenis microciona sp dikenal mempunyai kerangka tubuh spon yang tersusun dari beragam bentuk spikula. Ada pula yang tersusun dari bentuk spikula.

Jenis hewan porifera

Menurut jenis porifera akan dikeompokan ke dalam beberapa kelas, diantaranya :

Kelas calcarea

Kelompok di kelas ini adalah porifera dengan kelengkapan spikula yang asalnya dari zat kapur. Secara umum jenis ini dapat hidup di laut dengan kedalaman dangkal. Contohnya grantia, scypha gelatinosa dan leucosolenia.

Kelas hexactinellida

Golongan ini memiliki spikula. Spikula ini asalnya dari zat kersih maupun zat silikat. Hewan tersebut hidup di laut dalam. Contohnya euplectella, pheronema dan regadrella sp.

Kelas demospongiae

Kelas tersebut mempunyai spikula yang asalnya dari protein sponge dan zat kersik. Tubuh di sponge ini lunak dan tak dikenal mempunyai skeleton. Hewan ini hidup pula di laut dangkal. Hewan sponge kelas demospongiae memiliki jumlah jenis banyak. Contohnya spongilia, microciona dll.

Sistem saluran air porifera

Filum Porifera
Filum Porifera (a) tipe askon, (b) tipe sikon, (c) tipe leukon

Keterangan:

  • Oskulum
  • Ruang gastral
  • Prosopil
  • Pori-pori dermal
  • Apopil
  • Ruang flagella
  • Saluran arus masuk
  • Saluran arus keluar
  • Pintu-pintu saluran arus keluar
  • ruang subdermal

Sistem saluran air ini bertindak seperti halnya sistem sirkulasi pada hewan tingkat tinggi. Sistem ini dilengkapi dengan alur masuknya makanan ke dalam tubuh dan pengangkutan zat buangan ke luar dari tubuh.

Adapun macam-macam sistem sirkulasi air porifera yaitu;

  • Tipe askon/ascon terdiri dari pori-pori arus masuk, sebuah rongga lambung yang berlapiskan sel-sel leher dan satu oskulum (mulut kecil). Oskulum berfungsi lubang arus keluar.
  • Tipe sikon adalah sistem untuk tempat air mengalir melalui pori-pori kulit atau ostium ke dalam saluran arus masuk, kemudian melalui pori-pori kamar atau yang dinamakan prosopil masuk ke dalam saluran-saluran yang berlapiskan koanosit.
  • Tipe leukon/rhagon terdiri dari tiga bagian sistem berbeda, yakni; air mengalir lewat ostium kulit, kemudian saluran arus masuk mencapai sejumlah kamar-kamar kecil berlapis koanosit, kemudian terbawa melalui sebuah sistem arus keluar, ke rongga kloaka dan akhirnya keluar melalui oskulum.

Sistem Kerangka Filum Porifera

Mesohil berfungsi sebagai rangka dalam ditubuh spons, kerangka ini terdiri dari zat kalsium karbonat atau silika dalam bentuk spikula dari spongin dalam bentuk serat. Spikula silikon tersusun dari opal, suatu bentuk silika terhidrasi serupa dengan kwarsa dalam reaksi kimianya.

Spikula bermacam-macam bentuknya dan karenanya berguna untuk menyusun porifera/spons ini ke dalam kelompok-kelompok. Spongin adalah zat yang secara kimia bersekutu dengan sutera. Ia dikeluarkan oleh sel berbentuk stoples yang dinamakan spongoblas (spongoblast) yakni sel penghasil spongin. Spikula tertimbun dalam sel-sel yang disebut skleroblas (scleroblast), yakni sel dari porifera tempat berkembangnya spikula, dan lebih dari satu sel dapat mengambil bagian dalam pembentukan satu spikula.

Kapur karbonat dan silikon diekstrak oleh sel-sel dari air sekitarnya. Spons masif tak pernah berdiri tegak jika tidak karena adanya spikula atau spongin yang membentuk kerangka, yang menopang tubuh spons/porifera sehingga dapat berdiri tegak dan mencegahnya rontok menjadi seonggok bahan kental seperti agar-agar yang tidak memungkinkan adanya saluran dan ruang-ruang bercambuk.

Sistem Pencernaan porifera

Cara makan porifera dengan cara menyaring makanan (filter feeder). Memperoleh makanan dalam bentuk partikel organik renik, hidup atau tidak, seperti bakteri, mikroalga dan detritus, yang masuk melalui pori-pori arus masuk yang terbuka dalam air, dan dibawa ke dalam rongga lambung atau ruang-ruang bercambuk.

Arus air yang masuk melalui sistem saluran dari spons ini diciptakan oleh cambuk koanosit yang memukuI-mukul terus-menerus.

Koanosit merupakan tempat untuk mencernakan dari partikel makanan. Sebuah vakuola (vacuole) makanan terbentuk dan di vakuola ini pencernaan berlaku. Sisa makanan yang tidak dapat dicerna lalu dibuang keluar dari dalam sel leher.

Makanan itu menuju dari satu sel ke sel lain dan diedarkan oleh sel-sel ameba yang terdapat di lapisan tengah. Porifera hanya hidup di air yang jernih untuk bersirkulasi, karenanya kita temukan hewan ini dalam air yang jernih, bukannya air keruh. Arus air yang masuk melalui mulut porifera kemudian bersirkulasi menghasilkan zat buangan dari tubuh, maka penting agar air yang keluar melalui oskulum dibuang jauh dari tubuhnya, karena air ini tidak berisi makanan lagi, tetapi mengandung asam karbon dan sampah nitrogen yang beracun bagi hewan tersebut.

Sistem Reproduksi porifera

Sistem reproduksi porifera dilakukan secara seksual maupun secara aseksual.

  • Reproduksi dengan cara aseksual, porifera/spons menghasilkan tunas yang disebut gamul (gammules). Tunas itu dapat lepas dan membentuk hewan terpisah atau tetap menempel pada Leucosolenia. Banyak porifera yang hidup di laut maupun di air tawar, mempunyai cara reproduksi dengan pembentukan gamul. Sejumlah sel dalam lapisan tengah dari dinding tubuh berkumpul membentuk sebuah bola dan dikelilingi oleh cangkang kitin yang ditopang oleh spikula.
  • Reproduksi dengan seksual, telur dan spermatozoa berasal dari sel-sel ameba yang berkeliaran di lapisan tengah, seperti pada tipe sikon. Larva dihasilkan dari telur holoblastik. Larva ini berenang-renang yang memungkinkan mereka untuk menyebar ke berbagai tempat, kemudian tertambat dan melalui banyak perubahan, akhirnya membuat ostium dan sebuah oskulum yang penting untuk proses makan dan tumbuh.

Peranan Filum Porifera

Peranan porifera atau spons bagi kehidupan makhluk hidup ataupun manusia antara lain;

  • Digunakan sebagai spons untuk mandi.
  • Sebagai alat pembersih.
  • Sebagai barang hiasan.
  • Obat kanker.
  • Penyaring kualitas air.

Sesudah kalian mengenal Ciri-ciri hewan porifera terlengkap beserta penjelasannya. Maka akan menambah ilmu pengetahuan kalian saat berjumpa dengan beberapa hewan tersebut. Diatas juga sudah ditambahkan pula jenis jenis dari hewan porifera sendiri beserta contohnya. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa bermanfaat bagi kalian. Terima kasih dan sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *