Membran sel dan fungsinya

Selaput adalah lapisan tipis bahan yang tipis. Membran memisahkan dua hal.

Dalam biologi, membran dapat berarti dua hal: membran jaringan atau membran sel (juga disebut membran plasma). Membran plasma sangat kecil. Membran jaringan lebih besar.
Membran sebagai jaringan

Membran dapat berarti lapisan tipis sel atau jaringan. Lapisan ini menutupi, memisahkan, atau melapisi jaringan atau organ. Contohnya adalah selaput lendir yaitu kulit yang melapisi bagian dalam hidung dan mulut Anda.

Apa itu Membran sel

Membran sel mencakup satu sel. Membran juga membagi sel menjadi ruang yang berbeda yang disebut organel. Organel adalah area khusus sel yang melakukan pekerjaan berbeda. Misalnya, nukleus memegang DNA dalam sel. Mitokondria menghasilkan energi untuk sel.

Membran sel terbuat dari lipid (lemak) dan protein. Lipid menjaga bagian dalam sel terpisah dari luar. Protein melakukan banyak hal. Mereka memberikan pesan sel dari luar. Mereka membiarkan beberapa hal (seperti glukosa, kalsium, dan kalium) masuk dan keluar sel.

Sering disebut juga sebagai membran plasma. Pada sel tumbuhan, membran sel ini terdapat di sebelah dalam dinding sel. Sedangkan pada sel hewan, membran sel merupakan pembungkus seluruh plasma. Tidak seperti dinding sel, membran sel tersusun atas substansi yang hidup. Salah satu fungsi membran sel adalah mengatur peredaran zat dari dan ke dalam sel. Zat-zat makanan dan udara yang diperlukan oleh sel masuk melalui membran ini. Sebaliknya zat sampah yang tidak berguna lagi dikeluarkan juga melalui membran ini.

Sifat membran sel

Pada umumnya membran sel bersifat permeabel terhadap zat-zat yang molekulnya kecil atau yang terbentuk ion. Tetapi bersifat impermeabel terhadap zat yang molekulnya besar. Para ahli biologi umumnya menyebut membran sel sebagai selaput permeabel selektif atau semipermeabel, sebab bagian inilah yang mampu memilih zat yang akan masuk atau keluar.

Membran plasma bersifat diferensial permeabel, mempunyai pori-pori ultramikroskopik yang dilalui zat-zat tertentu. Ukuran pori-pori ini menentukan besar maksimal molekul yang dapat melalui membran. Selain besar molekul, faktor lain yang mempengaruhi masuknya suatu zat ke dalam sel adalah muatan listrik, jumlah molekul air, dan daya larut partikel dalam air.

Fungsi tersebut sangat erat kaitannya dengan homeostasis, yaitu usaha sel untuk menjaga stabilitas kondisi dalam sel sebagai tanggapan terhadap perubahan keadaan luar sel. Membran sel terbentuk dari senyawa protein dan lipid, sehingga sering disebut selaput lipoprotein.

Komponen membran sel

Membran sel terdiri atas dua lapis molekul fosfolipid (lemak yang bersenyawa dengan fosfat). Bagian ekor dengan asam lemak yang bersifat hidrofobik (nonpolar), kedua lapis molekul tersebut saling berorientasi ke dalam. Sedangkan, bagian kepala bersifat hidrofilik (polar) mengarah ke lingkungan yang berair.

Selain fosfolipid terdapat juga glikolipid (lemak yang bersenyawa dengan karbohidrat) dan sterol (lemak alkohol terutama kolesterol). Sedangkan, komponen protein terletak pada membran dengan posisi yang berbeda-beda. Beberapa protein terletak periferal, sedangkan yang lain tertanam integral dalam lapis ganda fosfolipid. Beberapa protein membran adalah enzim, sedangkan yang lain adalah reseptor bagi hormon atau senyawa tertentu lainnya. Komposisi lipid dan protein penyusun membran bervariasi, tergantung pada jenis dan fungsi membran itu sendiri. Namun, membran mempunyai ciri-ciri yang sama, yaitu bersifat permeable selektif terhadap molekul-molekul. Sehingga, membran sel dapat mempertahankan bentuk dan ukuran sel.

Fungsi membran sel

Membran sel memiliki fungsi penting bagi sel yaitu:

  • Menyeleksi senyawa yang keluar dan masuk sel. Fungsi membran sel ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sel dan membuang sampah-sampah sisa proses metabolisme
  • Tempat terjadinya reaksi kimia
  • Transport aktif sel. Molekul Na dan K akan keluar dan masuk sel dengan cara transpor aktif. Masuk dan keluarnya Na dan K akan memerlukan pompa natrium-kalium  yang membutuhkan energi dalam bentuk ATP untuk dapat bekerja.
  • Pengenal bagi sel lain
  • Melindungi dan membatasi isi sel dari lingkungan. Perannya dalam perlindungan mekanis nampak jelas pada sel hewan, karena selnya hanya dibungkus oleh membran plasma saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *