Komunikasi verbal: Pengertian, contoh, jenis, ciri-ciri, komponen

Komunikasi verbal adalah mengacu pada jenis komunikasi yang melibatkan penggunaan tanda-tanda linguistik (ejaan dan fonem). Ini berarti bahwa itu membutuhkan penggunaan kata-kata atau ekspresi tertulis atau lisan.

Komunikasi verbal, bersama dengan komunikasi non-verbal adalah dua jenis komunikasi yang hebat. Namun, komunikasi verbal unik untuk manusia karena melibatkan penggunaan kata.

Jenis komunikasi verbal

Komunikasi verbal, pada gilirannya, dibagi menjadi dua kategori:

Komunikasi lisan.

Ini adalah pertukaran ide melalui pidato. Agar proses ini terjadi, perlu ada kode yang sama untuk semua yang terlibat, yang dalam hal ini adalah bahasa atau bahasanya.

Dengan kata lain, tidak ada komunikasi lisan tanpa adanya bahasa, dan hal ini terwujud melalui ucapan.

Komunikasi lisan mengacu tidak hanya pada kata dan frasa yang diungkapkan dalam pidato, tetapi juga pada suara dan nada yang menyertai komunikasi. Dengan cara ini, tangisan, desahan, onomatopoeia, atau suara khas juga merupakan bentuk komunikasi lisan.

Komunikasi tertulis.

Ini adalah ekspresi ide melalui kode tertulis, apakah itu kata-kata dari bahasa yang sama atau sistem konvensional apa pun yang dapat diterjemahkan oleh penerima pesan.

Dalam pengertian itu, alfabet (dan aturan orto-gramatikal) adalah kode penting untuk komunikasi tertulis.

Contoh komunikasi verbal

Contoh komunikasi verbal lisan:

  • Sebuah panggilan telepon.
  • Percakapan dari orang ke orang.
  • Memo suara.
  • Teriakan.
  • Sebuah siulan.

Contoh komunikasi verbal tertulis:

  • Buku digital atau kertas.
  • Email.
  • Pesan instan.
  • Sebuah surat.
  • Sebuah dokumen.
  • Ideogram.
  • Logo
  • Hieroglif.

Ciri-ciri komunikasi verbal

Proses komunikatif verbal memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu:

Itu unik untuk manusia.

Hanya manusia yang memiliki kemampuan untuk berbicara, oleh karena itu komunikasi verbal tidak mungkin ada pada spesies lain.

Membutuhkan penggunaan kode umum.

Bahasa yang digunakan, serta kata-kata yang berasal darinya, harus diketahui oleh pengirim dan penerima pesan.

Mengekspresikan dirinya melalui bicara.

Jika bahasa adalah kodenya, tuturan adalah tindakan yang memungkinkan terwujudnya bahasa tersebut, baik melalui ungkapan lisan maupun tertulis.

Membutuhkan penggunaan konsep.

Dalam komunikasi verbal pengetahuan dan penggunaan konsep sangat penting untuk dapat memecahkan kode pesan, oleh karena itu komunikasi verbal membutuhkan pemikiran abstrak, suatu kualitas dari proses kognitif manusia.

Itu adalah sebuah proses.

Unsur

Tindak komunikatif memiliki serangkaian komponen yang terkait dalam komunikasi verbal dan non-verbal, dan yang esensial untuk proses komunikasi suatu gagasan berlangsung.

Dalam pengertian tersebut, unsur-unsur komunikasi adalah:

  • Pengirim: siapa yang mengirim pesan.
  • Penerima: adalah orang yang menerima pesan.
  • Kode: itu adalah sistem tanda yang membentuk suatu bahasa.
  • Channel: merupakan sarana yang digunakan untuk berkomunikasi (telepon, kertas, komputer, dll.).
  • Pesan: itu adalah apa yang ingin Anda katakan, apakah itu ide, pendapat, niat, pernyataan, dll.
  • Konteks: ini adalah situasi di mana tindakan komunikatif dihasilkan.
  • Umpan balik: adalah respons yang diterima pengirim dari penerima.
  • Kebisingan: ini semua adalah elemen yang dapat mengubah pesan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *