Sebutkan 10 Peninggalan Kerajaan Singasari

Sejarah Kerajaan Singasari telah melahirkan legenda keris Mpu Gandring yang sangat populer di kalangan masyarakat Jawa Timur. Legenda mengatakan bahwa Ken Arok lahir dari perselingkuhan antara seorang wanita dari desa Panawijen bernama Ken Endog dan Brahma.

Tak lama setelah lahir, bayi Ken Arok ditinggalkan oleh ibunya di kuburan, kemudian ditemukan dan dibawa pulang oleh pencuri berpengalaman. Dari ayah tirinya, Ken Arok belajar banyak hal, seperti pembunuhan, perjudian, dan perampokan. Ken Arok muda menjadi penjahat paling kejam di sekitar Tumapel dan orang-orang takut padanya. Suatu hari, Ken Arok bertemu dengan seorang pendeta Brahmana bernama Dang Hyang Lohgawe dan pendeta tersebut menasihatinya untuk meninggalkan jalan hidupnya. Mengikuti nasihatnya, Ken Arok berhenti menjadi penjahat dan menjadi tentara Tumapel.

Kepala Tumapel, sebuah wilayah di Kerajaan Kediri, adalah Tunggul Ametung, yang menikah dengan Ken Dedes, putri Mpu Purwa yang tinggal di desa Panawijen. Seorang putra bernama Anusapati lahir dari pernikahan tersebut. Suatu hari Ken Dedes pulang untuk melihat ayahnya. Saat dia turun dari gerbong kekaisarannya, angin kencang bertiup di bawah roknya. Ken Arok yang sedang bertugas mengawal gerbong itu sekilas melihat paha istri Tunggul Ametung. Bagi mata Ken Arok, bagian paha menghasilkan cahaya yang berkilauan. Adegan itu masih melekat di benak Ken Arok. Dia kemudian bertanya kepada Mpu Parwa tentang apa yang dilihatnya. Sang guru menjelaskan bahwa cahaya tersebut merupakan pertanda bahwa Ken Dedes ditakdirkan menjadi wanita yang akan menjadi raja keturunan di pulau Jawa.

Ken Arok kemudian memesan keris dari seorang master keris (mpu) di Tumapel bernama Mpu Gandring. Butuh waktu lama untuk menempa, membentuk, dan mengikuti ritual yang diperlukan untuk membuat keris yang andal dan andal. Karena penyelesaian kerisnya berlarut-larut, Ken Arok menjadi sangat marah. Dia menyambar keris yang belum jadi dan menikamkannya ke tubuh pembuatnya. Sekarat, Mpu Gandring mengutuk Ken Arok bahwa ia juga akan menemui nasib yang sama untuk dibunuh oleh keris yang sama dan bahwa keris tersebut akan mengambil tujuh nyawa.

Ken Arok meminjamkan Mpu Gandring Kris kepada rekannya, Kebo Ijo, yang suka pamer. Kebo Ijo menunjukkan keris tersebut kepada sesama prajurit dan menyombongkan diri bahwa keris itu miliknya. Setelah diketahui umum bahwa keris tersebut adalah milik Kebo Ijo, Ken Arok mencuri dan menggunakannya untuk menusuk Tunggul Ametung. Seperti yang diduga, orang-orang yang mendapat kesan bahwa keris itu milik Kebo Ijo menuduhnya sebagai pelaku pembunuhan sementara Ken Arok berjalan bebas mengambil alih tempat Tunggul Ametung sebagai kepala suku dan menikahi Ken Dedes.

Segera setelah menjadi kepala suku, Ken Arok menaklukkan Kerajaan Kediri yang berada di bawah pemerintahan Raja Kertajaya (1191-1222). Setelah mengalahkan Kerajaan Kediri, Ken Arok mendeklarasikan berdirinya Kerajaan Singasari dan menjadikan dirinya raja pertamanya yang diberi gelar Rajasa Bathara Sang Amurwabhumi. Ken Arok memiliki seorang putra bernama Mahisa Wongateleng dari pernikahannya dengan Dari Ken Dedes, dan seorang putra lainnya bernama Tohjaya dari pernikahannya dengan Ken Umang.

Kemudian kutukan Mpu Gandring mulai terjadi. Anusupati membunuh Ken Arok dan mengambil alih tahtanya, Tohjaya datang dan membunuh Anusupati dan merebut tahta. Selanjutnya, Ranggawuni, putra Anusupati, membunuh Tohjaya dan berkuasa. Ranggawuni dipanggil Jayawisnuwardhana dan memerintah Singasari dari tahun 1227 sampai 1268. Jayawisnuwardhana digantikan oleh putranya, Joko Dolog, yang dipanggil Kertanegara (1268-1292).

Kertanegara adalah raja Singasari yang terakhir. Ia digulingkan oleh Jayakatwang, raja Kediri. Namun Jayakatwang dikalahkan oleh menantu Kertanegara, Raden Wijaya, yang merupakan keturunan Mahisa Wongateleng dan Raja Udayana dari Bali. Belakangan, Raden Wijaya mendirikan kerajaan baru bernama Majapahit dan memerintah kerajaan dari daerah yang disebut Tarik (Trowulan).

Peninggalan Kerajaan Singasari

Candi Singasari terletak di desa Candi Renggo, Kecamatan Singosari, sekitar 9 km dari kota Malang adalah salah satu Peninggalan Kerajaan Singasari yang terkenal. Candi ini disebut juga Candi Cungkup atau Candi Menara, artinya candi ini adalah yang tertinggi, paling tidak dibandingkan candi-candi lain di dalam kompleks tersebut.

Lengkapnya Peninggalan Kerajaan Singasari sebagai berikut:

  • Candi Singosari
  • Candi Jago
  • Candi Sumberawan
  • Arca Dwarapala
  • Prasasti Singasari
  • Candi Jawi
  • Prasasti Wurare
  • Candi Kidal
  • Prasasti Manjusri
  • Prasasti Mula Malurung
  • Arca Prajnaparamita
  • Mandala Amoghapasa
  • Prasasti Kudadu
  • Pemandian Suci
  • Arca Genesha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *