Pengertian Coelom (selom) dan fungsinya

Coelom atau selom dapat didefinisikan sebagai rongga berisi cairan yang sepenuhnya dilapisi oleh mesoderm.

Saat mendeskripsikan hewan, kita selalu menyebutkan masalah ada atau tidaknya sel. Berdasarkan ciri tersebut, hewan triploblastik dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok: selomata, aselomata atau pseudoselomata. Tapi, bagaimanapun juga, apa itu coelom?

Coelom adalah rongga tubuh yang berisi cairan yang memiliki mesoderm, salah satu selebaran berkecambah, sebagai pelapis. Rongga ini terbentuk selama perkembangan embrio dan terkait dengan beberapa fungsi penting, seperti pembuangan kotoran, pengendapan sementara gamet, distribusi zat ke seluruh tubuh, akomodasi organ dalam dan, pada beberapa hewan, juga berfungsi sebagai bentuk pendukung. (kerangka hidrostatik).

Hewan yang memiliki coelom ini disebut selomata. Contohnya adalah semua organisme triploblastik, kecuali cacing pipih dan nematoda. Perhatikan gambar di di atas, di dalam selom rongga tubuh seluruhnya tertutup oleh mesoderm.

Masih terdapat organisme pseudoselomata yang menunjukkan rongga tubuh, namun hanya sebagian tertutup oleh mesoderm. Pada diagram di atas, dapat dilihat bahwa rongga dilapisi oleh mesoderm dan endoderm. Perwakilan dari filum Nematoda adalah contoh hewan pseudoselomata.

Akhirnya, kita memiliki organisme yang disebut aselomata, yang tidak memiliki rongga tubuh yang dikelilingi oleh mesoderm. Pada hewan ini, ruang antara ektoderm dan endoderm sepenuhnya diisi oleh mesoderm. Sebagai contoh, kita bisa menyebut cacing pipih.

Perhatian! Hanya hewan triploblastik yang dapat diklasifikasikan menurut ada atau tidaknya sel. Dengan demikian, cnidaria yang diploblastik dan porifera yang tidak memiliki selebaran tidak dapat diklasifikasikan menurut karakteristik ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *